
Rintik rintik pagi menyapa dingin
Kau berhenti dipersimpangan
Dari celah jendela kau lempar recehan
Walau dompetmu berisi jutaan
Berteduh diemper restoran
Mengintip ragam menu makan malam
Sedang perutku keroncongan
Tak mampu membeli beras eceran
Bercanda dibangku aneka gaya
Dicafe resto disudut sudut kota
Menghirup espresso panas berbusa
Hatimu tak pernah bertanya,
berapa mulut yang dahaga
Anak panti menonton Sinetron
Sandiwara tawa dirumah mewah
Sementara hatinya gundah
Tanpa orangtua, tanpa saudara
Dirumah petak, tetangga sebelah
Musim liburan panjang menjelang
Sibuk memilih Negeri seberang
Sementara aku pusing mencari pinjaman
Masuk sekolah dipinggiran
No comments:
Post a Comment